Triathlon Dorong Pembinaan Usia Dini

MOMENTUM. Pembukaan Rakerprov FTI Kaltim di Icon City Hotel Samarinda, diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan pembinaan atlet jelang porprov 2026.

Kotanusantara.id, SAMARINDA KOTA. Tak mau larut dengan hasil minor pada PON XXI/2024, Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kaltim langsung bereaksi cepat. Pasca PON, sejumlah daerah justru menunjukkan keseriusan dengan terus aktif melakukan upaya rekrutmen dan pembinaan atlet yang lebih massif.

Hal ini diungkapkan Ketua FTI Kaltim Aminullah, dalam agenda Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), Sabtu (13/9/2025) lalu. Dikatakan pria yang karib disapa Emil itu, saat ini pembinaan atlet tak lagi terpusat di Samarinda. Beberapa daerah lain, seperti Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar) disebutnya terus menunjukkan geliat luar biasa.

“Saya harap ini bisa diikuti kabupaten/kota lainnya, agar ada pemerataan di seluruh Kaltim,” harap Emil.

Agenda Porprov 2026 dikatakan Emil bisa menjadi momentum tepat pemantapan pembinaan. Di mana, ini menjadi tahapan dalam menyatukan visi misi, dengan memfokuskan pembinaan di level usia dini. Serta menyelaraskan program untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.

“Sebagai olahraga baru, pembinaan usia dini menjadi prioritas. Kami menginginkan, porprov di Paser, benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang untuk pembinaan di semua kabupaten/kota, untuk menyiapkan atlet-atlet terbaiknya,” tegas Emil.

Selain evaluasi hasil PON dan pembinaan, rakerprov kali ini juga membahas mengenai teknis kualifikasi dan kuota atlet pada porprov mendatang. Agar ada kesepakatan bersama, bagaimana teknis dan regulasi yang diharapkan sesuai dengan aturan dari FTI pusat.

“Kuota ini harus jelas dan disepakati bersama. Kalau pengcab mampu mengirimkan lebih banyak atlet, tentu akan bagus untuk meramaikan porprov nanti,” ujar Emil menambahkan. (rz/upi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait