Kotanusantara.id, SAMARINDA KOTA. Pasca diserahkannya pengelolaan dari Pemprov Kaltim ke Pemkot Samarinda, Stadion Segiri akan bersiap menggelar pertandingan perdananya pada Minggu (16/2) lusa. Markas dari klub Borneo FC itu pun diklaim pelaksana pengerjaan renovasi, telah memenuhi standar untuk dapat menggelar pertandingan bertaraf Asia.
Sebagaimana dituturkan Direktur PT Lingkar Persada Ahmad Gibran Utomo, selaku kontraktor pengerjaan renovasi, pihaknya menandatangani kontrak pekerjaan pada 18 Desember 2023 lalu. Kemudian, baru pada Januari proses pengerjaan mulai berjalan, dengan target selesai pada Desember 2024. Meski pada prosesnya diakui ada sedikit keterlambatan.
“Sebenarnya sudah rampung sesuai waktu yang diberikan. Hanya memang ada beberapa sektor minor saja yang masih perlu diperbaiki, karena ada beberapa item yang kurang dan materialnya baru datang di Januari,” terang pria yang lebih akrab disapa Momo tersebut.
Namun, saat ini Momo menjamin semua pengerjaan sesuai kontrak telah rampung secara keseluruhan. Hanya tinggal merapikan beberapa bagian dan menjalankan kewajiban pemeliharaan 6 bulan, yang terhitung sejak Januari hingga Juni tahun ini.
“Jadi hanya sisa finishing saja dan itu masuk dalam klausul retensi pemeliharaan. Jika ada kerusakan yang bersifat struktural kami bertanggung jawab untuk itu,” kata Momo memaparkan.
Terkait renovasi apa saja yang dilakukan, untuk perbaikan mayor ada di pergantian atap tribun beserta rangka dan penerangan area tribun. Lalu, bagian lapangan yang dibongkar ulang, dengan menanam kembali rumput yang sudah berstandar FIFA.
Perubahan paling nampak adalah pemasangan single seat untuk penonton di seluruh sektor tribun. Termasuk di tribun VIP, single seat-nya juga diganti dengan flip two system, atau kursi yang terlipat otomatis saat tak digunakan.
“Dengan menggunakan single seat ini memang ada sedikit mengurangi kapasitas. Saat ini Stadion Segiri dapat menampung total 12.893 penonton,” jelasnya lagi.
Seperti diketahui, renovasi Stadion Segiri ini merupakan program dari pusat, dengan nilai pagu sebesar Rp 81 miliar, sebagai bagian dari perbaikan 22 stadion di Indonesia, pasca tragedi Kanjuruhan. Berkenaan dengan hal ini, salah satu yang paling dibutuhkan adalah jalur evakuasi. Diterangkan Momo, untuk jalur evakuasi disiapkan empat pintu khususnya di sektor barat, karena memiliki kapasitas paling banyak.
“Lalu untuk locker room yang sebelumnya hanya ada 2 sekarang menjadi 4, dengan kapasitas yang lebih luas. Fungsinya, untuk menyesuaikan dengan regulasi untuk dapat menggelar pertandingan internasional. Lalu ada ruang doping, klinik, ruangan ambulans serta ruang konferensi pers,” bebernya panjang lebar.
Dari sisi kontrol, dipasang CCTV di 28 titik. Termasuk dua kamera pengawas 360 derajat yang berada di sisi kanan dan kiri tribun. Momo mengklaim kualitas kamera juga sudah sangat bagus, karena saat diujicoba dengan kondisi pencahayaan minim di malam hari, objek tetap terlihat jelas bahkan saat dilakukan pembesaran atau zoom.
Terkait penerangan lapangan, dikatakan Momo, tidak termasuk dalam item kontrak kerjanya. Sehingga masih menggunakan penerangan lama. Tapi, disebutnya kemarin ada penambahan lampu oleh Pemkot Samarinda sebanyak 3 unit, untuk bisa mendapatkan lux pencahayaan yang lebih baik.
“Kemarin kita juga sudah mengecek melalui drone waktu lampu dihidupkan semua. Hanya ada sedikit titik yang agak gelap, tapi mungkin lebih ke pengarahan lampunya saja,” lanjutnya.
Persoalan toilet juga dipastikan sudah tak ada masalah. Termasuk tersedianya jalur disabilitas yang disiapkan di tribun barat.
Di sisi lain, ada satu hal yang mendapat perhatian dan apresiasi dari kementerian dalam pengerjaan yang dilakukan pihaknya. Yakni, kursi tribun untuk media peliput pertandingan. Khusus untuk kalangan reporter, kursi yang disiapkan sudah dilengkapi dengan meja, tempat kaki, laci yang bisa dibuka tutup dan colokan listrik.
“Kemarin sempat difoto oleh tim kementerian dan dibagikan di grup mereka. Bahwa kursi media ini dinilai inovatif dan bisa ditiru untuk stadion lainnya,” tutup Momo bangga. (rz/upi)
Editor: Redaksi Sapos





